Travel&Event: Kanchanaburi part 2

31 Maret 2016
Pada hari terakhir, beberapa dari pihak sekolah kejuruan lain ada yang kembali bertolak ke propinsi asal mereka namun, MICE dan beberapa dari sekolah kejuruan lainnya mengikuti kami ke lokasi-lokasi menarik di Kanchanaburi. Kami semua check-out pukul 9 pagi.
Lokasi pertama yang kami kunjungi pagi itu adalah Tham Krasae, sebuah situs gua bersejarah yang bersimpangan dengan rel kereta yang konon merupakan bukti penjajahan Jepang beberapa dekade silam. Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke situs yang tak jauh dari Tham Krasae yaitu Jembatan Sungai Kwai. Area jembatan sungai ini berada di pusat kota Kanchanaburi, sangat jauh berbeda dengan Saitharn Iyara Resort yang berada di pinggiran bukit dan sungai.

Setelah selesai kami mengunjungi lokasi terakhir yang sangat membuat saya takjub akan sejarah dan perjuangan, Kanchanaburi War Cemetary. Di situs ini adalah tempat di mana para korban peperangan dahulu kala, di mana banyak prajurit dari Eropa yang ditahan oleh sekutu Jepang. Ini semua terjadi sebelum 1945. Di sana saya dan pihak MICE berkesempatan bertemu dengan salah satu peziarah. Pria ini merupakan anak dari salah satu veteran perang yang dimakamkan di situs ini. Ia bercerita tentang sejarah situs tersebut dan apa yang terjadi dalam perang tersebut.
Saya jujur sangat terkesima dan terharu saat melihat nisan-nisan para pahlawan yang telah gugur ini. Sebagian dari mereka berumur lebih muda atau tidak beda jauh dari umur saya. Bahkan sebagian ada yang tidak bernama namun, semuanya memiliki satu kesamaan, mereka semua telah berjasa dalam peperangan. Mereka adalah pahlawan. Hal itu saja sudah membuat saya semakin bersemangat dan menyadarkan saya untuk selalu bersyukur dan berusaha menjadi manusia yang berguna.

Akhir kata, selama perjalanan ini, saya sadar bahwa dalam hidup, di dalam satu titik tertentu kita semua harus memberikan kontribusi, sebuah solusi, produk ataupun prestasi yang dapat membantu orang banyak, dan pada akhirnya akan membantu diri kita sendiri mencapai kepuasan batin. Saya sekarang semakin bersyukur mendapatkan kesempatan dalam program BIPA ini.

Sekian info selama bulan Maret 2016. Untuk bulan April dikarenakan pihak sekolah banyak libur, mungkin hanya sedikit event atau kegiatan kelas yang dapat terjadi dapat saya ceritakan, namun sebisa mungkin jika ada hal menarik di bulan April ini (bulan festival Songkran) pasti saya akan ceritakan.

God Bless You!

Travel&Event: Kanchanaburi part 1

Di akhir penghujung bulan Maret 2016, saya kembali diajak mengikuti kegiatan MICE. Kali ini, saya beserta beberapa staf, guru, assisten direktur dan direktur dari MICE pergi ke arah wilayah barat Thauland, lebih tepatnya, propinsi Kanchanaburi.

Kegiatan kali ini merupakan rapat besar antara beberapa sekolah kejuruan (vocational college) yang sedang menjalani program pertukaran siswa/i mereka antara Indonesia dan Thailand. Saya cukup terkejut dan bangga bahwa direktur MICE, Pak Bunluesak, adalah koordinator dari program dan kegiatan rapat akbar ini.

Tempat dimana kami menginap terhitung dari 29-31 Maret 2016 adalah di sebuah resort asri yang dikelilingi oleh bukit-bukit dan sungai bernama Saitharn Iyara Resort, Resort ini memiliki area yang sangat luas dengan pondok-pondok semi-modern. Setiap pondok dapat muat dua hingga empat orang. Resort ini dikelilingi oleh bukit-bukit dan sungai yang mengarah pada beberapa situs menarik di Kanchanaburi itu sendiri.

29 Maret 2016
Pada hari pertama kami semua sampai, kami disuguhi makan malam bersama para guru dan staff sekolah kejuruan lainnya beserta para murid-murid Indonesia yang sedang menjalankan program pertukaran ini. Mereka semua datang dari berbagai propinsi di Indonesia seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta dan juga ada yang berasal dari Bali dan Madura.

30 Maret 2016
Hari kedua, tanggal 30 Maret 2016, diadakanlah kegiatan rapat akbar tersebut. Pak direktur MICE membuka dengan informasi perihal jadwal keberangkatan dan visa, sedangkan saya diminta untuk memberikan kata sambutan bagi para siswa/i Indonesia.

Setelah selesai, kami semua pergi berkeliling Kanchanaburi, atau setidaknya, area sekitar resort.
Hal pertama yang kami lakukan sebelum makan siang adalah pergi ke Saiyok Elephant Park. Di taman mungil ini, kami semua dapat menemukan banyak gajah-gajah yang seharusnya dapat kita kendarai hanya, sayang sekali waktu kami datang, para gajah sedang beristirahat sehingga kami hanya dapat menyentuh dan memberi makan mereka saja. Di taman gajah ini, seharusnya pengunjung pun dapat ikut-ikutan memandikan gajah, semua tentu dengan tarif yang seadanya.
Setelah mengunjungi Saiyok Elephant Park, kami semua kembali ke hotel, makan siang dan tak lama kemudian, kami semua berpetualang di sungai yang berada tak jauh dari resort. Kami semua diberikan pelampung, lalu diajak naik perahu dan di tengah-tengah sungai bagi yang dapat berenang, diperbolehkan untuk terjun. Di sana kami semua menepi di sebuah pantai kecil dan kemudian masing-masing dari kami melakukan hal-hal unik seperti, rafting dan jetski. Saya pribadi tidak bisa berenang namun fasilitas, keamanan serta staf yang sangat membuat kita tenang membuat saya berani melakukan aktifitas-aktifitas ini. alhasil, petualangan di sungai ini sangat menarik! Bahkan sang assisten direktur MICE, Ibu Sasilak tidak mau kalah ikut-ikutan. Justru beliau yang menyemangati saya menaiki rafting ketika pada awalnya saya ketakutan, jadi, terima kasih banyak, Bu! :)

Setelah selesai, kami semua kembali ke resort, beristirahat dan menunggu hari terakhir di Kanchanaburi esok harinya.

Upacara Kelulusan Siswa/i MICE

Pada tanggal 25 Maret 2016, MICE mengadakan acara istimewa tahunan mereka. Upacara kelulusan para siswa dan siswinya. Ada 70 siswa/i yang mengikuti kegiatan ini.

Kegiatan ini dimeriahkan oleh acara musik, foto-foto unik, dan tentunya makan-makan. Di akhir acara, para siswa/i dibawa ke sebuah aula dan disana mereka secara sah dinyatakan lulus. Dalam upacara kelulusan ini sangatlah unik bagi saya karena diiringi oleh doa-doa (istilah: paritta) dari para bhante-bhante Buddhis. Sebagai penutup, kami semua (termasuk saya) diberkati dengan diberikan semacam air suci sebagai tanda keberuntungan.

Kemajuan para guru dan staf MICE dalam kelas BIPA

Sudah beberapa kali kelas BIPA diadakan untuk para guru dan staf sembari menunggu kelas bagi para murid dimulai, saya mulai merasakan kemajuan yang cukup signifikan dari para peserta yang jumlahnya tidak banyak ini.
Dari awal mereka tidak dapat berujar apapun dalam Bahasa Indonesia, kini terhitung akhir bulan Maret, mereka semua sudah dapat bertegur sapa seperti: selamat pagi, siang, apa kabar, dan juga dapat menanyakan arah seperti: ada di mana rumah sakit? dan sebagainya.

Saya senang meliat antusiasme mereka, terutama kalau mereka bertemu saya di area sekolah, mereka akan berusaha menyapa saya dengan "Selamat Siang!" dan aksen mereka terbilang sempurna!

Kendala mungkin terletak di komunikasi dalam mengajar. Beberapa guru dan staf masih memiliki keterbatasan dalam Bahasa Inggris dan saya pun belum dapat berbahasa Thailand. Untungnya ada beberapa guru dan staf yang dapet berbicara Bahasa Inggris dan mereka kadang membantu saya menerjemahkan pelajaran saya dalam Bahasa Thailand dan, secara pasti, saya pun dapat belajar Bahasa Thailand. Saya merasa kedua belah pihak dapat saling mendapatkan keuntungan mempelajari hal-hal baru.

Ke depannya saya akan menceritakan kemajuan para guru dan staf sebelum kelas murid-murid saya di (terhitung) bulan Mei.